Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah yang Baik dan Benar

ContohPedi.com| Sebuah transaksi jual beli dengan nilai di atas satu juta rupiah wajib dikenakan bea materai senilai Rp.6000,-. Jadi, jika saat ini Anda akan mengadakan perjanjian jual beli tanah (yang tentu di atas satu juta rupiah), maka Anda harus membuat surat perjanjian jual beli yang baik dan benar. Surat perjanjian jual beli tanah ini tujuannya untuk mengantisipasi jika salah satu pihak melakukan wanprestasi (ingkar janji).

A. Teknik Penulisan.

Dalam sebuah surat perjanjian jual beli tanah, setidaknya harus dimuat hal-hal berikut ini:

  1. Identitas lengkap para pihak (penjual dan pembeli) dan kedudukan dalam transaksi;
  2. Deskripsi atau gambaran tanah yang meliputi:
    • Letak tanah dalam bentuk alamat.
    • Luas tanah dalam bentuk Meter Persegi.
    • Batas tanah (empat mata arah angin).
    • Status kepemilikan.
    • Nomor surat tanah.
    • Harga tanah sesuai kesepakatan.
  3. Pencantuman Jaminan dan identitas Saksi.
  4. Cara dan batas waktu Pembayaran.
  5. Kesepakatan penyelesaian masalah jika terjadi perselisihan.

Jika diperlukan, Anda bisa menambah lagi pasal-pasal lain sesuai kesepakatan kedua belah pihak seperti BBN (Bea Balik Nama).

B. Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah.

>> KLIK DI SINI UNTUK DOWNLOAD << (DOCX, 21KB)

Demikianlah Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah yang Baik dan Benar. Semoga membantu. Like dan Tweet Anda adalah semangat kami untuk terus memberikan contoh-contoh terbaik lainnya. Terima Kasih.

  • contoh surat jual beli tanah
  • surat perjanjian jual beli tanah
  • contoh surat perjanjian jual beli tanah
Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.